KUALITAS PRIBADI KONSELOR
Kualitas
pribadi konselor merupakan faktor yang sangat penting dalam konseling. Dalam
beberapa penelitian kualitas pribadi konselor menjadi faktor penentu bagi
pencapaian konseling yang efektif, disamping faktor pengetahuan tentang
dinamika perilaku dan keterampilan terapeutik atau konseling.
Dalam
kenyataan di lapangan, tidak sedikit para siswa yang tidak mau datang ke ruang
bimbingan dan konseling, bukan karena guru pembimbingnya yang kurang
keilmuannya dalam bidang tersebut, tetapi karena mereka memiliki kesan yang
judes atau kurang ramah.
BEBERAPA KARAKTERISTIK
SEORANG KONSELOR
1.
PEMAHAMAN DIRI
Konselor
memahami dirinya dengan baik, dia memahami secara pasti apa yang dia lakukan,
mengapa dia melakukan hal itu, dan apa yang harus dia selesaikan.
1.
Konselor yang
memiliki persepsi yang akurat tentang dirinya cenderung akan memiliki persepsi
yang akurat pula tentang orang lain (tepat sasaran)
2.
Konselor yang
terampil dalam memahami dirinya, begitu
juga dia akan terampil dalam memahami orang lain.
2. KOMPETEN
Konselor
memiliki kualitas fisik,
intelektual , emosional, social dan moral sebagai
pribadi yang berguna. Satu
hal
penting yang membedakan
hubungan
persahabatan
dengan
hubungan
konseling adalah kompetensi yang dimiliki
konselor.
Konselor yang memiliki
kompetensi
melahirkan rasa percaya
pada
diri
konseli
untuk
memiliki
bantuan
untuk
meminta
bantuan
konseling
terhadap
konselor
tersebut.
3.
KESEHATAN PSIKOLOGIS
Konselor dituntut memiliki kesehatan psikologis yang lebih
baik
dari
konseli.Konseli
merupakan model dalam
berperilaku, apakah
dia
menyadarinya
atau
tidak.
Setiap
pertemuan
konseling
merupakan
suatu
masa
pengawasan yang begitu
intensif
terhadap
tingkah
laku yang adaptif.
Ketika
konselor kurang memiliki kesehatan psikologis, maka perannya sebagai model
berperilaku bagi konseli menjadi tidak efektif, bahkan bias menimbulkan kecemasan
bagi konseli. Jika
hal
itu
terjadi, maka
konselor
bukan
berperan
sebagai
penolong
dalam
memecahkan
masalah, tetapi
justru
sebagai
pemicu
masalah
konseli.
Selain itu yang paling digunakan (admin) dalam
memahami
pribadi
seorang
konselor
yaitu…
4. DAPAT DIPERCAYA
Kualitas konselor yang dapat
dipercaya
sangat
penting
dalam
konseling, karena
beberapa
alas an
yaitu:
1. Esensi
tujuan
konseling
adalah
mendorong
konseli
untuk
mengemukakan
masalah
dirinya yang paling dalam.
Dalam hal ini konseli harus merasa bahwa konselor itu dapat memahami dan mau menerima curahan hatinya (curhatnya) dengan
tanpa
penolakan
2. Konseli
dalam
konseling
mempercayai
karakter
dan
motivasi
konselor
artinya
konseli
percaya
bahwa
konselor
mempunyai
motivasi
untuk
membantunya.
3. Jika
konseli
mendapat
penerimaan
dan
kepercayaan
dari
seorang
konselor
maka
akan
berkembang
dalam
dirinya
sikap
percaya
diri.
Konselor yang dipercaya
cenderung
memiliki
kualitas
sikap
dan
perilaku
1. Memiliki
pribadi yang konsisten
2. Dapat
dipercaya
oleh orang lain, baik
itu
ucapannya
maupun
perbuatannya
3. Tidak
pernah
membuat orang lain kecewa
atau orang lain kesal
4. Bertanggungjawab
atau
merespon orang lain
secara
utuh, tidak
inkar
janji
dan
mau
membantu
secara
penuh.
5.
JUJUR
Jujur di sini bahwa seorang konselor itu bersikap terbuka, autentik, dan
asli.
Sikap
jujur juga penting dalam konseling karena sikap keterbukaan memungkinkan konselor
dan konseli untuk menjalin hubungan psikologis yang lebih dekat satu sama lainnya
di dalam proses konseling.
6.
KEKUATAN
Kekuatan
atau
kemampuan
konselor
sangat
penting
dalam
konseling, sebab
dengan
hal
itu
konseli
akan
merasa
aman. Konseli
memandang
konselor
sebagai orang yang…
ü
Tabah dalam mengahadapi masalah
ü
Dapat mendorong konseli untuk mengatasi masalahnya
ü
Dapat menanggulangi kebutuhan dan masalah pribadi
Konselor yang memiliki kekuatan cenderung menampilkan kualitas sikap dan perilaku
Dapat membuat batasan waktu yang pantas
dalam
konseling
dan
bersifat
fleksibel
7.
BERSIKAP HANGAT
Yang dimaksud
bersikap
hangat
yaitu
ramah, penuh
perhatian
dan
memberikan
kasih sayang. Konseli yang dapat
meminta
bantuan
konselor
pada
umumnya yang kurang
mendapatkan
kehangatan
dalam
hidupnya, sehingga
dia
kehilangan
kemampuanya
untuk
bersikap
ramah, memberikan
perhatian
dan
kasih
sayang.
Melalui
konseling
konseli
ingin
mendapatkan rasa hangat
tersebut
dan
melakukan “sharing” dengan
koselor. Jika
hal
itu
diperoleh
maka
konseli
dapat
mengalami
perasaan yang nyaman.
8.
RESPONSIF
Keterlibatan
konselor
dalam proses konseling
bersifat
dinamis
tidak
pasif ( atau
hanya
mendengarkan
lalu
menganggukan
kepala). Tetapi
melalui
respon yang aktif
konselor
dapat
menkomunikasikan
perhatian
dirinya
terhadap
kebutuhan
konseli. Di sini
konselor
mengajukan
pertanyaan yang tepat,
memberikan feedback (umpan balik) yang bermanfaat, memberikan
informasi yang berguna,
berdiskusi dengan konseli tentang cara mengambil keputusan yang tepat.
9.
SABAR
Sikap
sabar
konselor
lebih
menunjukan
lebih
memperhatikan
diri
konseli
daripada
hasilnya.
Konselor yang sabar
cenderung
menampilkan
kualitas
sikap
dan
perilaku yang tidak
tergesa-gesa.
10.
KEPEKAAN (SENSITIVITAS)
Kualitas
ini
berarti
bahwa
konselor
menyadari
tentang
adanya
dinamika
psikologis yang tersembunyi
atau
sifat-sifat
mudah
tersinggung, baik
pada
diri
konseli
maupun
pada
dirinya
sendiri.
Konseli yang datang untuk meminta bantuan konselor pada umumnya tidak menyadari masalah yang sebenarnya
mereka
hadapi.
Bahkan
ada yang tidak menyadari bahwa dirinya bermasalah. Konselor yang sensitif akan mampu
mengungkap atau menganalisis apa masalah sebenarnya yang dihadapi konseli
.konselor yang sensitive memiliki kualitas perilaku : sensitif terhadap reaksi dirinya,
mengetahui kapan dimana dan berapa lama mengungkap masalah konseli, mengajukan pertanyaan
tentang persepsi konseli tentang masalah yang dihadapinya dan sensitif terhadap sifat-sifat yang mudah tersinggung dirinya.
Pertanyaanya : Apakah Penting Guru Mempelajari Psikologi ?
Jawabannya:
Penting! Selain
memahami setiap perilaku individu, profesi seorang guru tidak
sekadar
mengajar
tetapi
mendidik, membimbing dan
mengarahkan untuk
mencapai kualitas pribadi peserta didik yang berakhlak, intelektual dan
berkarakter,
serta dapat memaksimalkan potensi yang ada pada siswa .
Karena mengajar bukan sekadar mentransfer tetapi menginstal
bibit-bibit kesejahteraan
-ACHIEVMENT
MOTIVATION TRAINING-
(Terapiself Hypnosis)
Guidance
and Counseling












Haha materi pas smstr 1
BalasHapus😂😂😂😂
BalasHapus