Senarai Asa
Integritas Jiwa Gelorakan Pendidikan Indonesia
“ Engkau Patriot Pahlawan Bangsa Tanpa Tanda Jasa”
Sepenggal lirik, hymne guru.
Bangsa yang
baik, adalah bangsa yang senantiasa menghormati jasa-jasa para pahlawannya
Kepurtusan
untuk menjadi guru merupakan pengabdian terindah sepanjang hidup, itulah
sepenggal kalimat yang terlontar saat saya berada pada lingkup yang dipayungi oleh ilmu pendidikan dan keguruan. Hal yang tak pernah terpikirkan tentang
profesi guru, bahwa saat ini dan masa yang akan datang akan menggeluti profesi yang satu ini, bagiku ini kecelakaan sejarah karena tidak pernah terbesit sedikit pun untuk menjadi guru.
Persepsiku guru adalah sosok yang sangaaatt dihormati,
sosok yang mulia dan luar biasa sehingga saya berpikir tidak akan pernah mejadi
seorang guru. Selain karena saya selalu diajarkan orang tua untuk selalu
menghormati dan memuliakan orang-orang yang berilmu, saya punya keyakinan
tersendiri mengenai persepsi guru dengan segala keahliannya mungkin akan sangat
sulit dicapai. Saya berpikiran sepertinya lebih enak menjadi murid yang
senantiasa disuapi ilmu, ditanya kabar ketika tidak sekolah, diperhatikan dsb .
Namun dengan seiring waktu dan segala proses di dalamnya perlahan mulai
jatuh hati (semoga konsisten).
Sudah menjadi konsekuensi logis ketika memilih jurusan
berdasarkan hati nurani dan keputusan karir yang tepat maka kita harus siap
dengan tantangan juga orientasi dari karir profesi yang akan digeluti ke
depannya. Terkecuali bagi yang masih 50:50 atau bahkan tidak berminat sekali
menjadi pendidik dan tenaga kependidikan, itu lain soal, harus ada upaya khusus
untuk memberikan ruang agar bakatnya tidak terhambat. Meskipun demikian saya tetap beranggapan bahwa selamanya saya tidak
bisa menjadi guru atau pun konselor tetapi saya hanya bisa mejadi teman untuk
adik-adik kelak nanti.
Payung yang sama profesi yang berbeda, Guru dan Konselor
adalah profesi yang berbeda meski keduanya termasuk pendidik sebagaimana yang
termaktub dalam UU SIDKINAS No 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 6 : Pendidik
adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain
yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan
pendidikan. Maknanya baik guru maupun konselor memiliki tanggung jawab yang sama
besar terhadap suksesnya pendidikan di Indonesia, sejalan dengan itu mereka
memiliki peran yang utama dalam setiap proses
pembelajaran di sekolah. Merekalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selayaknya
mendapatkan apresiasi sebagai profesi yang luar biasa. Satu hal yang di perlu dicatat tentang guru,
mereka merupakan kunci keberhasilan sebuah lembaga pendidikan serta merupakan sales
agen dari lembaga pendidikan, karena guru pada saat ini adalah guru yang memosisikan
diri sebagai guru yang ideal dan inovtif yakni guru yang menyesuaikan diri
dengan tuntutan zaman yang kian maju dan kompetitif atau bahasa yang lagi ngetrandnya ” zaman now”. Aplause besar
untuk guru yang mengajar di era digital, membimbing siswa yang karakternya
sudah teknologi.
Salam cinta,
salam satu perjuangan, hidup pendidikan Indonesia ! hidup Guru!
Tasikmalaya,
25 November 2017. 03.36 WIB
#pejuangbk
#GC #GuruCicing #HGN17 #hiduppendidikan



Komentar
Posting Komentar