BK Milenial a.k.a Tim sukses; Myth or Passion??
![]() |
| Milenial Counselor |
BK Milenial a.k.a Tim Sukses; Myth or Passion??
Jangan asal mention disaat iklim sedang
riuh dan panas! Tapi yaa mau bagaimana lagi namanya juga milenial gak bisa di
stop. Kan kata Viktor E. Frankl (founder logotherapy)
setiap individu itu punya kebebasan berkehendak (the freedom to will), karena kebebasan adalah sesuatu yang berharga
bagi manusia sebagai upaya untuk hidup bermakna. Menurut Frankl, “manusia tidak
sepenuhnya dikondisikan dan ditentukan oleh lingkungannya, akan tetapi
dirinyalah yang lebih menentukan apa yang akan dilakukan terhadap berbagai
kondisi itu. Hanya saja kita perlu memiliki self
control untuk itu. Individu yang memiliki self control baik tentunya memiliki kesiapan diri untuk bertindak
sesuai dengan norma, adat, nilai-nilai yang bersumber dari ajaran agama
pastinya.
Sebenarnya gambar ini fiksi, tergantung
bagaimana realitas mendefinisikannya, filosofinya bukan karena gaya yang
ditampilkan gambar ini, tetapi bagaimana cara orang melihat, mengartikan sampai
muncullah satu kesimpulan tentang gambar ini, apalagi pada iklim saat ini harus
tabayyun dalam mengartikan informasi, gambar atau pun video. Setiap orang punya
asumsi terhadap kenyataan yang terjadi, tetapi bukan pula untuk dijadikan
hipotesis mutlak yaa. Jadi tim sukses yang dimaksud itu??
Tenang, tenang teman-teman ini bukan tim
sukses ‘national campaign’, tapi saya ingin tim ini sukses! Eeaaaaa….. ada
sebuah frasa yang perlu dipahami.
Milenial Counselor vs Past Counselor
hanya sebuah judul yang membedakan generasi dulu dan sekarang, tidak perlu
membedakan mana polisi sekolah mana jantung sekolah, mana guidance counseling (GC)
mana guru cicing (GC) semua sama, yang perlu dipahami bersama bahwa ada perkembangan
zaman yang senantiasa menuntut perubahan. Hal ini berlaku untuk perubahan antar
generasi. Setiap generasi memiliki ciri tersendiri dan akan terus berkembang
sesuai dengan tuntutan zaman.
Sekali lagi bukan untuk mendiskredikan
BK past atau present tetapi foto ini adalah gambaran bagaimana pandangan kita
terhadap zaman, berikut perubahan yang menuntut kita untuk lebih maju dengan skills
yang baru. Terutama bidang yang dijalani sebagai helper. Tentunya akan
menghadapi problematika yang kian meningkat dikalangan milenial. Oleh karena
itu BK Milenial ditantang menjadi agen of change bagi problematika yang
dihadapi para generasi milenial. BK milenial ada dengan dibekali skills,
bagaimana building rapport yang baik dan efektif sehingga hilanglah label
polisi sekolah itu, in syaa Allah.
Seperti kata Frankl (Man’s Search for Meaning);
“Jangan mengejar sukses, semakin dikejar
dan semakin dijadikan target, semakin kita akan kehilangan dia. Karena sukses,
seperti halnya kebahagiaan, tidak dapat dikejar, sebab ia harus terlahir dengan
sendirinya dan hal itu hanya terjadi sebagai efek samping yang tidak
direncanakan dari dedikasi pribadi seseorang, kebahagiaan harus terjadi begitu
pula dengan sukses”
Sederhanya, mengikuti fatwa hati yaitu hal-hal
yang benar membuat hati tenang. Barang siapa yang menjadikan Allah sebagai
keterpesonaannya maka dia akan memesona bagi semua mata. Barang siapa yang
menjadikan Allah sebagai yang ditujunya maka dunia akan datang dengan tunduk,
semua itu hanya tercukupkan dalam dua kata yaitu “Untuk Allah” lakukan apa yang
semestinya dilakukan dengan pengetahuan yang diberikanNya, maka dengan itu sukses
dan kebahagiaan akan mengikuti, justru karena kita telah berhenti memikirnya. Hidup
tidak meminta agar kita menjadi yang terbaik, tetapi kita melakukan yang
terbaik semampu kita. The best of life is the fully functioning person, menjadi
manusia yang bermanfaat Khairunnas Anfa’uhum
linnas. Maka jawabannya BK milenial; Tim Sukses, Myth or Passion?? Menurut saya
adalah PASSION. Tetapi semua itu kembali
lagi bahwa tiap orang punya
pandangan yang berbeda terkait jawaban dari pertanyaan ini sebab realitas tidak
pernah objektif, orang dapat memiliki realitas yang berbeda dari pengalaman
yang sama, karena apa yang mungkin benar bagi kita mungkin tidak untuk orang
lain.
Waallahu a’lam bishawab…
Tasikmalaya, February 17, 2019 dp-
this photo was taken by @populartasik
Studio, October 10, 2018





Komentar
Posting Komentar