Surat Untuk Guruku

Untuk Guruku
Selamat Hari Guru
Guru Biasa, Luar biasa!


Assalamualaikum Wr.Wb.
Sinar pagi membelah bumi
Tanda memulai hari, tanpa kata letih
Sang pengabdi berjalan menenteng lembaran ilmu
Dengan keanggunan dan dalamnya pengetahuan
Derit pintu pun terdengar
Menggeser kayu yang tertutup rapat
Dia berjalan  perlahan bersama lautan pengetahuannya
           Yang akan  tersiram kepada si pencari wawasan
Dalam lenguh segala perih
Dia tetap tersenyum menahan pilu
Dalam perih segala sakit
Dia pun tetap  menuntun
            Tanpa pudar dengan segala rintangan           
            Walau hujan…panas
Dia selalu ada di depan siswa
            Leburkan setiap ilmu yang dimiliknya
Kadang marah…kadang lucu
Selalu menghiasi hari-hari
***
Jika dulu duniaku kosong
Dan kini duniaku terisi dengan lembaran pengetahuan
Itu semua karena dia!
Sosok yang terlihat biasa, tapi luar biasa!
Aku mengenal banyak hal darinya
Tentang kata yang harus dibaca,
Bahasa yang harus diucap
Tentang perihnya kehidupan
Tentang bagaimana caranya bangkit dari ketidakmampuan
Dia yang telah gores hatiku dengan embun
Menyiram otakku dengan air mengalir!
Membesarkan jiwaku dengan goresan garis dan juga kata
Yang kini terlihat bukan lagi mimpi
Dia yang membuatku punya rasa ingin sepertinya
Meski dalam nyata aku tak punya rasa ingin sepertinya
Namun rasa itu selalu memanggil jiwaku, mengalahkan ambisiku
Meski hati berkata “TIDAK !!” 

Aku menyesal karena keegoisanku
Dulu saat belajar, benakku berpikir
Profesinya hanya sebuah teatrikal drama )*
Dia mengatakan hikayat
            Yang kudengar alunan pengantar tidur
Dia menggambar segitiga siku-siku
            Yang kulihat menari-nari di atas kepala
Dia menulis rumus vektor
            Yang kutulis sebait puisi
Dia melihatku, yang kulihat sebuah drama yang dipertunjukan
Drama monoton diatas panggung berlayar putih
Dengan para pemain yang bergerak malas
Alur cerita yang membosankan yang memaksaku menguap berulang kali
Dia berbicara dalam spidol, aku berbicara dalam lamunan
Dia berdiskusi dalam papan, aku berdiskusi dalam pena
Dia bertanya dalam soal, aku bertanya dalam hati
Ngantuk… kapan drama ini berakhir??
Renungan hanya untuk sebuah kejayaan
Berpikir hanya untuk sebuah keberhasilan
Tapi kini kusadar bahwa itu suatu kesalahan fatal
Bahwa sebenarnya dia adalah inspirasi
Sosoknya yang tangguh, kerja kerasnya dalam membimbingku
Tak sedikitpun kutemukan rasa jenuh terpancar di wajahnya
Melainkan rasa semangat yang kulihat terpancar dari wajahnya.
Karena sosoknya yang telah merubah impianku
Padahal dia guru biasa?
Ya... karena guru biasa selalu menginspirasi!!

Dia guruku.....
Kata-katanya, seperti kata seorang ibu
Yang sedang menasihati anak kandungnya
Dia ibarat wanita
Yang tak melahirkanku
Namun selalu berbaik hati kepadaku
Jika ibuku membesarkanku
Dengan penuh kasih sayang
Memberiku air susu untuk hidup
Merawatku dikala sakit
Memberiku ribuan Cinta
Lain hal dengan dia…
Dia telah membesarkan jiwaku
Mengangkat hatiku yang lemah
Menyiramku dengan pengetahuan
Mengangkatku dari ketidakmampuan
Terimakasih untuk dua wanita terbaikku
Yang telah membantuku dalam meniti masa depan
Memberiku sejuta inspirasi
mewarnai hari-hariku
Untuk setiap peluh dan kesabarannya
Yang tanpa keluh dan letih dalam mendidikku
Demi tercapainya masaku
Mereka antarkan aku
Terimakasihku yang tak terukir dan tak terkira
Tuhan mencatatkan nama kalian
Dalam seribu kebaikan
Dengan tinta emas sejarah perjuangan
Kelak disana…. Tujuh surga pun… pantas kalian dapatkan!

Untuk Guruku
Jatiwaras, 28 Mei 2015.   (21.19) 
Assalamualaikum,Wr.Wb
Kepada Guruku kukirimkan salam terindah, salam sejahtera untukmu dan juga keluarga semoga selalu ada dalam lindungan Alloh SWT, salam hangat, sehangat sinar mentari waktu dhuha, dan salam penghormatan kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan merubah dalam segala musim dan peristiwa.

Entah darimana saya memulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan rasa terima kasihku kepada pahlawan pendidikan sepertimu, saat Ibu baca surat ini anggaplah saya ada dihadapanmu dan menangis sambil mencium tanganmu karena rasa terima kasihku padamu yang tiada taranya, disertai doa Allohummarham hiya fidunya wal akhirah. Ya Alloh limpahkanlah rahmatMu kepadanya, di dunia ini dan di akhirat nanti. Amin.

Alloh ciptakan matahari yang tak pernah bosan bersinar Seperti halnya kasih sayangmu dalam mendidik.
Alloh ciptakan bunga yang begitu harum seperti halnya kau guruku yang telah memberikan harum pada hari-hariku selama menjadi siswa
Kau yang selalu ada
 dan tak pernah lelah untuk kami!
Baik dalam keadaan senang maupun sedih, karena sosokmu yang tak pernah menunjukan kesusahan, meskipun terkadang, aku menyadari karena dari tatapan wajahmu.
            Guruku…
Kini hatiku tergores kesedihan
Saat terucap perpisahan
Nafasku tersengal menjerit
Diredam sedih dekap kerinduan
Akan kah semua terulang? Atau terkenang?
Sungguh… perpisahan menjadi bingkai terperih dalam hidupku
Saat kumenghitung waktu, ketika kita tak lagi bertemu
Sesering dulu…saat kuberseragam abu-abu
Dan kini… 
Tunai sudah tugasku sebagai siswa
Yang setiap hari selalu menatapmu
Tak ada lagi canda menertawai sang guru
Tak ada tawa menggunjing
Sungguh... waktu berlalu begitu cepat
Saat langkahku terayun
Aku menyadari, bahwa...
Jarak kita pun semakin terbentang
Selamat tinggal guruku tercinta!
Seribu perjalan yang harus kutempuh tuk bisa bertemu denganmu lagi
(Kau yang selalu memotivasiku disaat menyerah dan putus asa, kau angkat pundakku dan meyakinkanku seraya berkata “ kamu bisa!”)*

Guruku Maafkan atas lisan yang tak bertuan, atas sikapku yang tak berkelakuan, yang pernah menghiraukan kata-katamu, membuatmu kecewa dan kesal, tetapi hatiku sangat sayang padamu, sama seperti rasa sayangku pada Mamaku, terimakasih tuk semua yang kau lakukan untukku! dari awal ku menduduki bangku sekolah ini (SMANJA), hingga kini keluar, meski berat rasanya meninggalkan lembaga pendidikan yang kucintai ini (SMANJA) lembaga yang telah menampungku selama tiga tahun. Telah banyak ilmu dan pelajaran berharga yang kau dan guru lain berikan padaku, berkat jasamu kini aku akan melangkah ke dunia pendidikan baru yang merupakan langkah terakhir dalam jenjang menuntut ilmu. Kumohon restumu agar setiap ilmu yang kau berikan melekat erat di hidupku. :)

            Wassalamualaikum Wr.Wb 
            Muridmu 

                                                                                                                
                                             

Komentar

  1. ibu, Aku bahagia
    meskipun nyata tapi abstrak

    BalasHapus
  2. aku bahagia Alloh pertemukan aku dengan sosok-sosok pribadi yg luar biasa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer